Pages

Minggu, 23 Desember 2012

Dia...


Dia hanya dia di duniaku
Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku

Sungguh sebuah tanya yang terindah
Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia

*gimana kalo kita balik lagunya dia yang biasa untuk aku yang sempurna...
:D

Terimakasih telah mempercayaiku

20 Desember 2012

Hari ini, tepatnya pukul 09.30 tadi, aku mengisi suatu materi di training kepemimpinan tingkat dasar di SMA 3 Kotabumi, almamater ku tercinta. Tak banyak yang berubah dari sekolah ku ini, gedung yang sama, halaman yang sama, dan wangi yang sama. Wangi sekolah yang penuh dedaunan, tempatku merajut asa dan berbagi cerita kehidupan bersama teman-teman dulu...5 setengah tahun yang lalu..

Luar biasa menggelegar...subhanallah,, perasaan itu yang aku simpulkan dari semangat para peserta training hari ini. Semoga Allah senaniasa memelihara semangat itu dalam diri kalian wahai adik-adik penerus estafet perjuangan para Nabi...

Nerves, tentu..tak banyak yang telah ku persiapkan untuk mengisi acara hari ini. Jika aku diminta mengajar fisika, tak usah banyak hal yang ku persiapkan...tapi mengisi training manajemen kali ini...aku tak pernah sebelumnya..
Bismillah...Allah selalu bersama orang-orang yang mau memperbaiki diri.

Materi yang kusampaikan adalah tentang manajemen rohis, pernak-pernik dalam rohis dan bagaimana mengatasi permasalahannya, juga berbagai simulasi.

Diakhir penyampaian materiku...kembali aku tekankan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, dan Allah yang akan menyelesaikan semuanya..maka Energi Ruhiyah adalah sebuah keniscayaan, kembalikan semua dengan bersujud kepada Allah. Kembali mendekatkan diri kepada Allah yang menguasai segala sesuatu.

Bagi teman-teman yang ingin mendownload materi acara hari ini, silahkan klik link dibawah ini
manajemen rohis

Bagi teman-teman yang ingin mengenalku lebih jauh, berbagi pengalaman yang bermanfaat silahkan klik link dibawah ini
profilku

Semoga bermanfaat buat teman-teman..
^^

Sabtu, 08 Desember 2012

Waspada dengan Amal kita

Perasaan Cukup dan Aman dalam Amal

Ulama mengatakan bahwa Allah telah menyembunyikan Ridhonya dalam amal-amal agama. Namun amal sholeh mana yang telah di ridhoi Allah, ini hanya Allah yang mengetahuinya. Semua amal yang kita kerjakan ini tidak ada jaminannya disisi Allah karena itu tergantung pada kesempurnaan amalnya dan keikhlasannya. Untuk ukuran ini penerimaan amal ini hanya Allahlah yang mengetahuinya. Ada 3 perkara yang kita tidak mengetahui dalam amal :
1.   Kita tidak tahu apakah amal ibadah kita diterima atau tidak, jadi jangan pernah merasa aman.
2.   Kita tidak tahu amal baik mana yang bisa mendatangkan ridho Allah.
3.   Kita tidak tahu amal buruk mana yang menyebabkan kita mendapatkan murka Allah.

Kisah-kisah :
1.  Pernah ada seorang ahli ibadah di jaman Nabi Musa AS yang kerjanya selama 300 tahun hanya beribadah saja kepada Allah. Suatu hari ketika dia meminta kepada Nabi Musa untuk menanyakan kepada Allah surga mana yang Allah berikan sebagai balasan terhadap ibadahnya. Lalu Allah menjawabnya melalui Nabi Musa AS bahwa dia itu adalah penghuni Neraka.

2.  Pernah ada seorang pelacur di jaman Nabi Musa AS ketika dia kelelahan setelah melewati perjalanan yang panjang dan kehausan. Lalu dia dapati ada sumur air di tempat dekat dia beristirahat. Setelah bersusah payah dia masuk kedalam sumur mengambil air dengan sepatunya, lalu ketika keluar didapatinya seekor anjing kecil sedang kehausan. Lalu karena kasihan melihat anjing kecil itu maka diberikanlah air tersebut kepada anjing kecil itu. Asbab kejadian ini Allah telah ridho kepada pelacur tersebut dan mengampuni seluruh dosanya, lalu memasukkannya ke dalam SurgaNya Allah Ta’ala.

3.  Ada di jaman Nabi SAW seorang perempuan tua ahli ibadah, yang sudah menghabiskan banyak waktunya hanya untuk beribadah kepada Allah. Namun si nenek tua ini mempunyai kebiasaan suka melalaikan kucing peliharaannya dari memberikannya makanan. Akibat dari perbuatannya ini akhirnya kucing peliharaannya yang di ikat dan dikurung tersebut mati kelaparan. Maka apa kata Nabi SAW mahfum bahwa nenek tua itu adalah penghuni neraka.

4. Kisah Nabi SAW :
Suatu ketika Nabi SAW selepas sholat berdo’a menangis hingga kesedihannya terasa oleh istrinya Ummu Salamah. Lalu Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasullullah, mengapa engkau menangis memohon ampunan padahal engkau telah di jamin Surganya oleh Allah.” Lalu Nabi SAW menjawab dengan tegas, “Siapakah yang bisa menjaminku wahai istriku ? Sedangkan saudaraku Nabi Yunus AS ketika dia bersandar pada amalnya sesaat saja, dia merasa aman terhadap amalnya, Allah kurung dia dalam perut Ikan Paus selama 40 hari.” Nabi saja Allah hukum di dalam laut karena tidak ada risau terhadap amalnya. Padahal nabi Yunus AS hanya bersandar sesaat saja dari amalnya. Nabi Yunus AS meninggalkan ummatnya mencari tempat yang lebih baik untuk dakwah pada kaum yang lain. Nabi Yunus AS tidak merasa khawatir dengan perbuatannya meninggalkan kaumnya ketika itu. Nabi Yunus merasa aman dan tidak ada kekhawatiran terhadap amalnya tersebut. Padahal Allah perintahkan dia untuk tetap di kampung tersebut. Sesaat merasa aman dari amalnya, Allah kurung Nabi Yunus di dalam perut ikan paus, hingga dia bertobat kepada Allah.

5. Kisah Umar bin Khattab RA :
Umar RA adalah seorang sahabat yang termasuk dalam 10 orang sahabat  yang telah di jamin Surganya oleh Allah Ta’ala. Suatu ketika umar RA bertemu dengan Hudzaifah RA yaitu penyimpan rahasia Nabi SAW. Umar RA bertanya kepada Hudzaifah RA, “Wahai Hudzaifah, aku tidak peduli apakah ada orang-orang munafik yang kerja untukku ataupun orang lain yang telah jelas kemunafikkannya. Namun Aku hanya mau bertanya satu hal kepadamu Apakah Aku termasuk  golongan orang-orang yang Munafiq yang dikabarkan oleh Nabi SAW.” Ini adalah Risaunya Umar RA, yang Surganya telah di jamin oleh Nabi SAW. Walaupun begitu tetap Umar RA selalu dalam keadaan khawatir terhadap amal-amalnya bukannya dalam keadaan aman. Padahal kalau kita lihat amalnya Umar RA, sudah seharusnya dia merasa aman, tetapi hingga menjelang ajalnya pun dia masih dalam keadaan selalu merasa khawatir atas amal-amalnya. Umar RA di tanya oleh Abbas RA menjelang wafatnya, “Apalagi yang engkau risaukan wahai Umar, sedangkan Allah dan Nabinya sudah menjamin keberadaanmu di Surga.” Lalu Umar RA menjawab, “Jika aku mempercayai perkataanmu, maka aku ini sungguhlah orang yang bodoh. Andai kata seluruh umat ini masuk surga dan satu orang masuk ke dalam neraka, maka aku khawatir yang satu orang masuk ke dalam neraka itu adalah aku. Jika seluruh manusia masuk ke dalam neraka dan hanya satu orang masuk ke dalam Surga, Aku berharap agar orang itu adalah Aku.” Menjelang ajalnyapun, Umar RA masih dalam keadaan harap dan cemas terhadap amalnya. Apalagi kita saat ini yang sudah jelas-jelas tidak ada jaminannya dari Allah Ta’ala dan NabiNya.

 Jadi pada intinya kita tidak tahu amal baik mana yang Allah terima walaupun kita ahli maksiat dan amal buruk mana yang bisa menyebabkan murka Allah atas diri kita walaupun kita adalah ahli ibadah. Untuk perkara ini kita perlu menjaga sifat harap dan cemas kita. Karena Nabi SAW pun yang sudah di jamin surganya oleh Allah tidak pernah merasa aman atas amal-amalnya.

Lalu ada yang mengatakan, kalau begitu tak usah beramal saja, toh belum tentu diterima Allah..
Itu adalah pernyataan bodoh...
Kalau mereka para Nabi, Sahabat yang ketakwaannya sudah tidak diragukan oleh seluruh isi dunia, masih merasa waspada akan amalnya, lalu dimana kira-kira orang-orang yang tak memiliki amal atau malah banyak kemaksiatan yang dikerjakan akan ditempatkan nantinya?

Kita hanya bisa memperbaiki diri. Terus berbuat kebaikan dan berdoa agar Allah menerima segala amal ibadah kita...
Waallahualam..

-menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari-

Minggu, 02 Desember 2012

Mencari Mutiara Di Dasar Hati

Resensi Buku Mencari Mutiara di Dasar Hati
Karya: Muhammad Nursani

Buku ini most ayu wanted, karena sampai sekarang belum saya temui. Bagi yang memiliki nya lebih, ataupun tau dimana bisa membeli buku ini, harap hubungi saya.

Buku ‘Mencari Mutiara di Dasar Hati’ merupakan kumpulan artikel dari rubrik 'Ruhaniyat' majalah Tarbawi yang sangat istimewa. Ketika artikel dari rubrik tersebut dihimpun menjadi 'sebuah buku' hasilnya, sungguh luar biasa! Betapa kita dapat berkaca dengan isi demi isi dari buku ini.

Sungguh menyentuh bagi kita yang memang benar-benar masih peduli dengan kemurnian hati. Dipadu dengan sumber dari Alquran serta hadits dari Rasulullah SAW, sirah Nabi-Nabi ataupun para sahabat Radiyallahu Anhu. Selamat Membaca.

“Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya” (Ar Rafi’I, Wahyul Qalam, 1/50)

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah diantara kita yang tersayat atau terluka? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tidak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Kita tak pernah berhenti karena menderita oleh keadaan seperti itu. Di jalan ini, “Rasa sakit telah menjadi kenikmatan, pengorbanan menjadi indah dan jiwa menjadi tidak berharga”. Kata itu yang pernah diucapkan seorang pejuang Palestina terkenal yang telah gugur, Mahmud Abu Hanud. Tujuan yang kita tetapkan dalam kebersamaan terbukti telah menjadikan kita lebih kuat, tabah, kokoh menghadapi rintangan apapun juga.

Dalam perjalanan dakwah yang panjang, kita memerlukan satu bekal yaitu sikap lapang dada, nafas panjang dan mudah memaafkan. Seperti orang-orang shalih terdahulu yang tak peduli dengan suasana getir yang mereka terima dalam menjalankan ketaatan. Seperti para pejuang yang tak pernah tersengal-sengal oleh kejaran musuh-musuhnya di Jalan Allah. Seperti Rasulullah SAW yang tak pernah merasa tertekan dengan penghinaan atau cacian orang-orang sekirarnya, dalam menjalani misi kenabiannya.

Sungguh luar biasa sikap orang-orang shalih dalam memandang dan mengukur penghinaan orang lain terhadap dirinya. Ibrahim An Nakh’I, suatu hari berjalan bersama sahabatnya, seorang buta. Setelah beberapa lama menyusuri jalan, orang buta itu mengatakan, “Ya Ibrahim, orang-orang yang melihat kita mengatakan, “itu orang buta dan pincang”. Ibrahim dengan tenang lalu mengatakan, “Kenapa engkau begitu terbebani memikirkannya? Jika mereka berdosa karena menghina kita sedangkan kita mendapat pahala, lalu kenapa?

Fudhail bin Iyadh, tokoh ulama yang terkenal ketaqwaannya di zaman generasi Tabi’in bercerita bahwa suatu ketika saat berada di Masjidil Haram, ia didatangi seseorang yang menangis. Fudhail bertanya, “kenapa engkau menangis?” Orang itu menjawab, “Aku kehilangan beberapa dinar dan aku tahu ternyata uangku dicuri”.

Fudhail mengatakan “Apakah engkau menangis hanya karena dinar? Sungguh mengejutkan jawaban orang itu. Ia menjawab, ”Tidak, aku menangis karena aku tahu bahwa kelak aku akan berada di hadapan Allah, dengan pencuri itu. Aku kasihan dengan pencuri itu, itulah yang menyebabkan aku menangis…”

Mereka yang dirahmati Allah, menyikapi berbagai persoalan dengan lapang dada. Mungkin saja mereka berduka, bersedih, kecewa atau barangkali tersulut sedikit kemarahannya. Tetapi mereka berhasil menguasai hatinya kembali. Hati mereka tetap ridha, mata mereka tetap teduh, ketenangan mereka sama sekali tidak terusik. Betapa indahnya.

Kisah-kisah itu harusnya membuat kita mengerti bahwa jika kita tidak lapang dada dan tidak mudah bersabar, kita pasti akan menjadi orang yang paling menderita didunia ini sebab penderitaan terbesar adalah jiwa yang cepat goyah dan bimbang saat menghadapi sesuatu yang sebenarnya remeh.

Penderitaan paling berbahaya adalah ketika tujuan hidup kita yang demikian agung, terbentur oleh keadaan hidup yang sesungguhnya sepele. Persoalan remeh, yang kita lihat secara keliru, kemudian mengakibatkan sempitnya dada, nafas tersengal, kesal hati, murung wajah, hati yang bergemuruh duka cita hingga istirahat terganggu, pikiran tidak tentu arah.

JIka itu yang terjadi, takkan ada amal-amal besar yang bisa dilakukan. Lantaran amal-amal besar hanya lahir dari jiwa yang tenang, hati yang lapang, penuh ridha, pikiran yang jernih. Itu sebabnya Syaikh Musthafa Masyhur mensyaratkan sifat ‘nafasun thawiil’ atau nafas panjang yang harus ada dalam diri pejuang Islam. Baginya, jalan perjuangan yang terjal dan panjang tak mungkin bisa dilewati oleh orang-orang yang ber’nafas pendek’ alias mudah goyah dan tidak sabar.

Apa rahasia lapang dada yang dimiliki para salafushalih itu? Salahsatunya karena wawasan hidup mereka yang luas. Orang yang sempit wawasan adalah orang yang takut dengan perkara-perkara kecil, sangat takut dengan peristiwa remeh dan mudah marah dengan kata-kata yang tidak berkenan di hatinya.

Kita bisa seperti mereka. Jika kita tahu dan sadar ada sasaran besar dan tujuan maha agung yang akan kita capai bersama di ujung jalan ini. Ada yang maha penting dari peristiwa-peristiwa apapun dijalan ini. Ada yang maha mulia dari berbagai kejadian-kejadian apapun di jalan ini.

 Dari buku: “MENCARI MUTIARA DI DASAR HATI” Catatan Perenungan Ruhani Seri I, karya: Muhammad Nursani (Tarbawi Press)

Bukankah jalan ini sangat panjang dan berliku, ada saja onak duri yang menghalangi, ada saja kenikmatan duniawi yang begitu menggoda, sehingga kita(aku) sering tanpa disadari masuk kedalamnya..
Ya Rabbi kekalkanlah cinta ini hanya untukMu...
Tunjukkan kami jalan yang lurus..
Perbaiki ruhiyah kami..
Jaga keistiqomahan kami..
dan tetapkanlah kami bersama orang-orang yang mencintaiMu..

Sabtu, 24 November 2012

Hasil Tes EQ di link IQ Elite

EQ Manajemen Hubungan:

Tingkat Manajemen Relasi anda adalah: 103
Biasanya, Anda dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat, namun terkadang Anda membatasi ekspresi emosional. Hal ini mungkin yang tepat dalam situasi tertentu dan dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki tingkat kontrol diri yang tinggi. Namun, untuk jangka panjang, Anda harus berhati-hati sebab menahan emosi dapat memiliki konsekuensi negatif terhadap kesehatan Anda.
Ekspresi emosional merupakan dasar bagi segala bentuk hubungan manusia. Bahkan, ekspresi emosional inilah yang membuat Anda terlihat seperti “manusia” bagi orang lain. Jika Anda tidak mengekspresikan emosi Anda, Anda dapat dianggap sebagai pribadi dingin oleh orang lain.
Tingkat keterampilan komunikasi Anda cukup wajar. Anda biasanya mampu menyesuaikan komunikasi Anda untuk situasi yang berbeda dalam cara yang tepat. Dengan keterampilan komunikasi yang Anda miliki, sering kali Anda berhasil mencapai tujuan serta membangun ikatan hubungan pada saat sama.


-Masih harus belajar berekspresi-
^_^

Terimakasih Bijaksana

Terinspirasi dari Novel 6 Bulan Jadian karya Rhein Fathia

Lagu SO7 yang udah lama banget...
^_^


Percaya apapun yang
akan terjadi nanti
Kau tetap pesona rahasia
di lagu ini
Tak peduli berapakah
berat badanmu nanti
kau tetap yang ter..muah
dihati


Kuakui ku tak hanya
hinggap di satu hati
Kutakuti ku terlalu liar
tuk dimiliki
Walau begitu semua
hanya persinggahan ego
ku
Sifatmu tlah merobohkan aku
Dan waktupun terus
berlari
Dan akupun smakin
mengerti
Apa yang akan ku
hadapi
Apa yang akan aku
cari


Chorus :
Aku tuliskan lagu
sederhana
Untuk dirimu yang
sangat bijaksana
Memahamiku dan
mencintaiku
Apa adanya....
Apa adanya

Chorus 2:
aku goreskan lirik
sederhana untuk
dirimu yang sangat bijaksana
memahamiku dan mencintaiku
apa adanya....
apa adanya..........

Jumat, 23 November 2012

Soal Pra Olimpade Sains SD


1.      Otak merupakan sistem kontrol dalam tubuh. Semua bentuk laporan dari dalam tubuh diterima untuk diproses di otak. Dari otak juga semua instruksi atau perintah dikirimkan sebagai respon atau tanggapan. Namun ada organ yang bisa bekerja tanpa kontrol dari otak, yaitu....

2.      Selain berfotosintesis, semua tumbuhan juga bernapas. Apakah yang membedakan antara pernapasan (respirasi) dan fotosintesis dalam tumbuhan?

3.      Sebutkan ciri khusus yang terdapat pada hewan cicak!

4.      Mangrove (bakau) merupakan tumbuhan yang memiliki organ-organ khas yang menjadikan tumbuhan itu berbeda dengan tumbuhan biasa. Tumbuhan mangrove harus hidup dilingkungan pantai. Nah, dengan cara apakah mangrove dapat hidup di habitatnya?

  1. Gerhana matahari total di Indonesia terjadi setiap lima puluh tahun sekali. Jelaskan pengaruh terjadinya gerhana matahari total terhadap hewan dan tumbuhan di bawah ini dengan memberi tanda silang pada kotak yang tersedia di kolom 2 dan 3.
Makhluk Hidup
Fenomena yang Terjadi
Tumbuhan
     Berfotosintesis
     Tidak berfotosintesis
Kelelawar
     Keluar dari sarang
     Masuk ke sarang
Burung kutilang
     Berkicau
     Tidak berkicau
Burung hantu
     Keluar dari sarang
     Masuk ke sarang

6.      Aman meminum Yoghurt sehingga dalam ususnya penuh dengan bakteri Lactobacilus yang dapat membantu pencernaan. Menurutmu bagaimanakah hubungan simbiosis antara manusia dengan bakteri tersebut?

7.      Saat ini terjadi krisis energi fosil karena jumlahnya yang semakin lama semakin menipis, sehingga manusia berpikir untuk menemukan energi alternatif. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan energi alternatif? Berikan pula contohnya minimal 3 contoh!

8.      Perhatikan gambar di bawah ini!
a
 
Isosceles Triangle: b Hexagon: c Trapezoid: d
 






Benda-benda di atas memiliki massa yang sama. Dari gambar di atas manakah yang memberi tekanan paling besar?berikan alasannya!

9.      Bunyi hukum kekekalan energi adalah energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, jadi energi itu tetap ada hanya berganti wujud. Nah, coba urutkan perubahan energi yang terjadi pada lampu dinamo sepeda saat sepeda berjalan!

10.   Tata Surya diciptakan oleh Allah SWT dengan begitu sempurna. Matahari, planet, asteroid, satelit, semua benda langit bergerak beringin dengan lintasannya masing-masing. Dalam tinjauan sains, mengapa benda-benda langit tersebut dapat bergerak begitu serasinya dan tidak pernah bertabrakan satu sama lain?jelaskan jawabanmu!

Jodoh Terbaik


Ada seorang atlet dunia yang mengagumkan. Saat ditanya, apa rahasia terbesarnya hingga dia berkali-kali memecahkan rekor dunia? Jawabannya pendek: saya bertanding melawan diri sendiri, saya berusaha terus menerus mengalahkan diri sendiri. Ini sesungguhnya jawaban yang super, menjelaskan banyak hal. Tapi bagaimana bisa dia jadi juara dunia jika dia hanya sibuk melawan dirinya sendiri? Bukankah dia harus peduli dengan catatan waktu pesaingnya? Bagaimana pesaingnya berlatih? Kemajuan pesaingnya. Tidak, dia tidak peduli. Baginya, setiap hari menjadi lebih baik, setiap hari memperbaiki rekor sendiri, jauh lebih penting dibanding memikirkan orang lain. Maka itulah yang terjadi, resep ini berhasil, berkali-kali dunia menyaksikan atlet hebat ini memecahkan rekor dunia, rekor yang tercatat atas nama dirinya sendiri. Jika dia hanya sibuk memikirkan orang lain, boleh jadi dia hanya berhasil memecahkan rekor itu sekali, lantas berpuas diri, merasa cukup. Game over.

Logika memperbaiki diri sendiri dan terus melakukan yang terbaik ini sangat efektif dalam banyak hal. Sekolah misalnya. Kita tidak perlu peduli kita ranking berapa, kita lulusan terbaik atau bukan, sekolah terbaik atau bukan, pokoknya belajar yang terbaik, maka lihat saja besok lusa, ternyata semua hal datang dengan sendirinya, termasuk ranking dan kesempatan melanjutkan di tempat lebih baik. Juga pekerjaan. Kita tidak perlu peduli siapa pesaing di sekitar, siapa yang akan menyalip dsbgnya, posisi dsbgnya, pokoknya bekerjalah yang terbaik, memperbaiki diri sendiri secara terus menerus. Maka, lihat saja besok lusa, semua pintu2 kesempatan akan terbuka dengan sendirinya.

Nah, termasuk mencari jodoh. Rumus ini juga berlaku sama sederhananya. Teruslah memperbaiki diri, maka besok lusa, jodoh terbaik akan datang.

Banyak orang yang berpikir sebaliknya, sibuk pacaran, sibuk cari2 perhatian, sibuk jatuh hati, sibuk 'mencari jodoh'--di usia dini sekali. Itu benar, kita boleh jadi segera mendapatkan yang diinginkan tersebut, tapi hanya sebatas itulah definisi jodoh terbaik yang kita dapatkan. Berbeda jika dengan sibuk memperbaiki diri. Terus sekolah dengan baik misalnya, belajar apa saja. Termasuk belajar ilmu agama, semakin bermanfaat bagi sekitar, mencemerlangkan akhlak, maka jalinan silaturahmi akan semakin luas, membuat kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik lebih lebar. Dengan terus memperbaiki diri, kita bisa mengenal banyak orang, paham banyak karakter, memiliki prinsip2 yang baik, dan itu lagi-lagi membuka lebih lebar kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik.

Bayangkan saja seseorang yang hanya tinggal di sebuah kampung, sibuk pacaran di kampung itu saja, menikah. Selesai. Itulah ruang lingkup jodoh terbaiknya. Sebaliknya seorang remaja puteri, yg memilih terus belajar memperbaiki diri sendiri, bodo amat teman2nya sudah pacaran, dengan terus belajar dia bisa membuka pintu sekolah di kota lain, bertemu dengan banyak orang, dengan belajar agama dia memiliki prinsip2 hidup yg baik, bisa memilih teman bergaul yang baik, hingga akhirnya bertemu dengan jodoh terbaiknya. Dia berhasil meningkatkan berkali-kali lipat kesempatan jodoh terbaiknya. Bukan cuma si cowok paling ganteng di kampung tersebut--yang ditaksir gadis sekampung.

Nah, apakah dengan terus memperbaiki diri menjamin mendapatkan jodoh terbaik? Tidak. Memang tidak. Tapi rasa-rasanya, jika proses terus memperbaiki diri itu dilakukan dengan baik, kalian akan berbahagia dengan apapun situasi yang akan dihadapi. Jadi kalaupun dia gagal memberikan jodoh tampan macam anggota boyband korea, atau baik hati pol macam poh si kungfu panda, dia sukses memberikan sesuatu: pemahaman yg baik, bekal hidup yang baik. Dan kalian siap dengan takdir apapun dari Tuhan.

-Tere Liye-

Selasa, 13 November 2012

Menggarap Masalah Besar Ummat

Diterima pada liqo tanggal 5 November 2012

Aku pelupa, banyak buku catatan kajian dan ilmu yang ku pelajari entah sekarang dimana keberadaannya, maka blog ini akan aku jadikan tempat menulis ilmu-ilmu dan pelajaran yang aku dapat dan aku sampaikan, serta share segala sesuatu yang mungkin tak dapat diungkapkan melalui bahasa lisan. ^_^

Pertemuan hari ini membahas tentang masalah besar yang dihadapi umat Islam.

Suatu hari seorang warga Irak yang sedang melaksanakan ibadah haji menanyakan suatu hal kepada Ibnu Umar,, " Wahai Amirul Mukmin, apakah hukumnya darah nyamuk yang menempel pada saat ihrom?"
Ibnu Umar RA pada saat itu merasa agak marah dan mengatakan, mengapa kau mempermasalahkan hal kecil seperti ini, padahal orang Irak telah menumpahkan darah Husein cucu Rasulullah SAW.

Kita sering melihat orang-orang atau mungkin diri kita sendiri memperdebatkan hal-hal yang bersifat furu' (cabang), seperti jari telunjuk yang menunjuk diam atau bergerak2 pada saat sholat, bahkan sampai-sampai ada yang memakai jalan kekerasan. Tanpa kita sadari dibalik hal-hal kecil yang sering diperdebatkan itu, ada banyak masalah besar yang dihadapi ummat muslim saat ini. Masalah-masalah besar itu sering terlupakan oleh masalah-masalah kecil. Berikut adalah masalah-masalah besar yang dihadapi ummat Muslim:

1.Ketertinggalan IPTEK
Siapa pemegang kekuasaan teknologi tertinggi saat ini? Muslim kah? bukan!
Yang kita kenal hanya Albert Einstein, Bill Gates, Steve Jobs, Mark Planck. Adakah yang masih ingat kejayaan Islam pada masa Daulah Umayah dan Daulah Abasiyah?
Al Khawarizmi
Ibnu Sina
Al Kindi
mereka adalah ilmuawan-ilmuwan besar Islam pada masanya, bahkan para ilmuwan barat pun mempelajari ilmu mereka. Kemana generasi-generasi itu saat ini? kita hanya sebagai follower, ternganga-nganga akan terobosan teknologi dan penemuan baru. Hari ini umat Muslim benar-benar tertinggal dalam IPTEK.

2. Ketimpangan Sosial
Contoh kecil ketika aku berjalan di daerah jalan ke arah SMK 2 Mei, di sana ada rumah yang sangat besar dan mewah bak sebuah istana. Di sebelahnya berdiri sebuah rumah yang bahkan tak layak disebut rumah, karena terbuat dari geribik yang bahkan seperti akan roboh ketika tertiup angin. Itu hanya contoh sederhana, belum kita lihat begitu banyak umat Muslim yang berada di bawah garis kemiskinan yang ada di negara ini bahkan di dunia.

3. Kediktatoran Politik
Siapa negara pemegang kekuasaan terbesar di dunia saat ini?
Amerika Serikat dan sekutunya Israel!
kemana negara-negara Islam yang katanya pemegang sumber energi utama bumi, Minyak Bumi! kemana negara Muslim yang dulu begitu kokohnya menguasai sampai Andalusia dan Eropa?Tidak lupakan bagaimana sejarah mencatat kekuatan kekhalifahan Islam dahulu kala?

4. Ghozwul Fikr
Perang pemikiran. Umat muslim terutama generasi muda sekarang banyak yang menjadi pengikut setia dunia barat, mulai dari style sampai gaya hidup. Lalu kemana aturan-aturan Islam yang begitu sempurna telah diciptakan itu? siapa yang akan mempertahankannya?

5. Permusuhan
Sudah jelas, begitu banyak musuh Islam yang tidak menghendaki Islam berjaya di bumi Allah ini.

6. Perpecahan Islam
Bahkan, sesama muslim yang bersaudara ini pun, banyak yang bertikai sampai terjadi pertumpahan darah. Penyebabnya? tentu saja kebanyakan adalah masalah sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara baik-baik karena kita saudara!

7. Degradasi Moral
Tak perlu kuceritakan lagi, semua sudah jelas.

Semoga mata hati kita terbuka, bahwasannya terlalu banyak masalah yang sedang kita hadapi sekarang.
Allah telah menjanjikan bahwa suatu saat nanti Islam akan menang! tegak kembali di bumi ini. Jika bukan kita yang menegakkannya, akan ada umat yang menggantikan yang akan menegakkan Dien ini. Lalu relakah kita hanya menjadi penonton dan menjadi orang yang tergantikan?

Kalau kita berpikir, apalah artinya kita, kita tidak bisa melakukan banyak hal untuk permasalahan serumit ini, setidaknya kita bukanlah sebagai penambah beban dakwah ini. Doa dan menjadi muslim yang baik, yang senantiasa memberikan teladan yang baik bagi orang-orang disekitarnya merupakan salah satu kontribusi terbaik yang dapat kita lakukan saat ini.

Semoga kita selalu istiqomah dalam jalan dakwah yang panjang ini.

Jumat, 02 November 2012

Masih adakah.....

Aku...atau mungkin hanya pemikiran sempitku...
merasa sepertinya lelaki baik yang menjaga diri dan hatinya
adalah sesuatu yang langka..

7 Bulan yang lalu
Sosok ini adalah seseorang yang sangat disegani.
Pembina lingkaran ini. tempat meminta nasihat perbaikan. Kata-katanya membuat semua orang yang berinteraksi dengannya akan menarik kesimpulan. Dia sosok yang bijaksana. Namun tanpa alih2 apapun, tiba2 ada foto pernikahannya dengan pose yang sangat mesra. Teman2 yang masih aktif mengatakan ada sesuatu dengannya. Maka saat itu juga, teman satu rumah yang sangat mengagumi sosoknya, mendelete semua harapan tentangnya.

5 Bulan yang lalu..
Sosok ini sangat luar biasa. Terkenal dengan izzah nya yang sangat ia jaga. Ia sudah menjadi pimpinan yang sangat diteladani bahkan skala nasional. Hari itu aku dan teman kantorku makan siang di luar, dan ternyata. Aku mendapatinya dengan mata dan kepalaku sendiri, ia bersama dengan seorang gadis. Aku berprasangka baik, namun itu semua sirna karena aku tau benar siapa gadis yang bersamanya. Bagaimana nasab mereka berdua...dan kali ini bagai sebuah ilusi, mereka benar ada di depanku. Teman sekantorku pun yang mengenal sosoknya mengatakan.."semua lelaki sama", mereka hanya munafik. Istighfar berkali2 ku mendengarnya.

3 Bulan yang lalu..
Kali ini terlebih dahulu aku bertemu sang wanitanya. Dengan bangga ia mengatakan akan segera menikah.. namun, mereka belum menikah dan sang kakak sudah menunggu untuk menjemputnya. Aku hanya tertegun, sang kakak adalah sosok berwibawa yang banyak dikagumi di kampus. Bahkan profilnya sering ada di buletin kampus, dan dikenal sebagai seorang pimpinan yang menjaga izzahnya. Tenyata kata teman2 yang dekat dengan mereka, mereka memang sudah ada affair sebelumnya.

2 hari yang lalu
Aku sangat kagum dengan sosoknya,
Soleh, bertanggung jawab, pekerja keras, akademisi dan pembelajar, santun, lembut daam bertutur kata, berwibawa dan bijaksana, kehidupan mapan, namun tetap rendah hati. Dahulu ia sangat terkenal menjaga diri dan hatinya dari ikatan yang belum halal. Beliau adalah sosok ikhwan perfect yang ku kagumi.
Namun malam itu, aku mendengar dari seseorang yang kupercaya bahwa ternyata kini berubah, ia tidak ada lagi lingkaran dakwah ini, menjalin hubungan dengan seorang wanita yang sudah jelas bukan mahramnya.


Semua kisah ini bukan untuk pergunjingan kawan, namun bahan instropeksi, terutama untuk diriku sendiri...
Mereka semua sang ikhwan perfect itu..
juga manusia biasa yang sangat mungkin berbuat khilaf. Aku pun pernah berbuat kesalahan yang sama. Namun lagi-lagi, karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena kesalahan ini, orang2 awam yang sedang belajar mengenal keindahan Islam mengidentikannya sebagai sebuah kesalahan jamaah, padahal ini semua merupakan kesalahan individu. Lalu bagaimana cara orang2 yang lain, yang bekerja keras agar dakwah ini tersampaikan kembali meyakinkan mereka yang sudah terlanjur kecewa, agar tetap mau mempelajari ajaran yang haq ini?
Bukankah jalan ini sungguh penuh rintangan?

Maka mulai saat ini, aku tidak ingin menambah beban lingkaran ini. Jalan ini tidak membutuhkan aku. Aku lah yang membutuhkannya untuk tetap di sini.

Lalu, kalau sosok2 yang ku kagumi itu pun berlaku seperti itu, maka yang ingin ku tanyakan adalah...
Masih adakah sosok lelaki yang baik, yang menjaga diri dan hatinya sebelum ada seseorang yang halal baginya?
Aku takut nantinya, sosok lelaki yang baik, Soleh, bertanggung jawab, mengamalkan Islam dengan sebenar-benarnya, menjaga diri dan hatinya..hanya akan ada di dunia khayalku..

Meskipun begitu aku yakin janji Allah itu benar adanya.
Semoga engkau menjadi orang yang baik dan mendapatkan pasangan yang baik pula..

^_^

Rabu, 31 Oktober 2012

Mengapa Harus Aku Batasi...


Kali ini aku tak ingin berpuisi, berkata-kata tinggi, beretorika, ataupun mengirim pesan tersirat.
Ini hanya puncak kejenuhanku.. Dunia ini sangat indah bukan? Sampai-sampai aku jenuh berada di dalamnya.  Hal ini yang membuatku sangat jenuh:

Pekerjaanku..
Aku tau tak penting bagimu membaca posting kali ini, tapi hitung2 biar aku gak lupa apa saja deadline pekerjaanku minggu ini, maka sekalian aku tulis semua hal yang menjenuhkan ini:
1.      Bahan Ajar                                                                             Setiap hari
2.      Bahan MID Teladan                                                               Kamis 1 November
3.      Soal Post test 1 Grup 1 OSN Persit                                        Jumat 2 November
4.      Silabus pembinaan OSN Persit                                               Sabtu 3 November
5.      2 Makalah tugas uwak                                                            Sabtu 3 November
6.      Desain Praktikum OSN Persit                                                 Sabtu 3 November
7.      Laporan perkembangan                                                           Minggu 4 November
8.      Profil presentasi ku                                                                 Minggu 4 November
9.      Bahan Materi Pembinaan remaja DPC Rajabasa                     Minggu 4 November
10.  Slide presentasi materi training Kepemimpinan                         Senin 5 November
11.  Persiapan bahan simulasi                                                         Selasa 6 November
12.  Praktikum Ar-Raudah                                                             Selasa 6 November

Sepertinya malah masih ada yang aku lupakan. Baiklah pekerjaan utama ku itu sudah menyita 12 jam dari 24 jam hidupku...

Lalu waktu ibadahku??? Memanfaatkan waktu yang sempit ini untuk selalu mengingat Allah adalah dengan meniatkan segala sesuatunya untuk Allah SWT,,,memperbaharui niat setiap waktu dan hanya ini alasanku bertahan selain senyum orang tua ku yang melihat anaknya bisa bermanfaat.

Maka aku dengan sendirinya tanpa ku sadari menambah deretan kesibukanku dengan urusan perasaan...(haddeeeeh...)
Aku orang yang simpel. Tak usah terlalu terbawa perasaan, sehingga kinerja menjadi terhambat...
Tapi semua ini sudah benar2 harus aku batasi...

Tentang Interaksi...

1.      Teman Facebook Gaje...
Bilangnya sekedar berteman..5 kali chatting...
Ngajak taarufan(*proses menuju nikah)...
Hadeeeh...hari gini...masih aja beli kucing dalam karung...(kucingnya siapa juga yang dimasukin daam karung) :D
Anda orang ke 5 yang ngajak saya taaruf..
Maaf, semoga anda mendapatkan yang terbaik.. Selesai!

2.      Panggilan teman lama...
Kali ini dia sudah bisa panggil dak..dek...dak..dek..
Is oke,,tapi tidak lebih dari itu...
Antum ane anggep puwakhi sikam...hehe
Selesai!

3.      Teman Aneh..
“gue baru sadar,,kalo lu yang selama ini ada buat gue”
Kirim lagu: Kahitna: untukku
Weeekss.. gua percaya lu Cuma kamuflase
Selesai!

4.      Nomer gaje...
“udah tidur lum yang?”
Plis nama saya ayu bukan eyang! Dan kepala saya tidak peyang!
Blokir nomer...
Tolak setiap panggilan..
Selesai!

5.      Teman kerja..
Interaksi ini membuat suasana agak sedikit aneh...
^^
Mari kembali profesional..no ekspresi..
Selesai!

6.      Perasaanku yang menguat terhadap seseorang...
Baiklah...ada kesalahanku di sini...mari kita kembali menjadi sahabat..
Aku masih disini...semua akan indah pada waktunya..
Ya kan???sip!

Baiklah saudara-saudara aku tau sedikit banyak ada kesalahanku di sini...
Yuk mari saya ingatkan kembali tentang aturan bergaul lawan jenis non mahram...

Dan jangan dekati zina...” (QS: Al-Isra: 32)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” 

AnNur ayat 26
 ”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”

Sudah aku bilang kan, ini juga merupakan kesalahan ku... maka semua interaksi ini harus dibatasi. Aku memohon ampun kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat. Semoga Allah mengampuniku dan mengistiqomahkanku.

Baiklah...sampai disini puncak kejenuhanku. Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dengan sebaik-baiknya. Izinkan aku ya..
Aku sangat lelah...
^_^