10 bulan yang lalu masih tersimpan dengan baik cerita itu. Pada hakikatnya menjadi seorang perempuan yang menjaga diri dan hati tidaklah mudah. Memilih jalan dakwah sebagai jalan kehidupan, memilih tarbiyah sebagai sarana penjagaan diri. Aku tetaplah seorang perempuan yang memiliki perasaan. Lalu ketika hati telah ranum, siap petik, ada saja ketidaksesuaian yang terjadi. Boleh jadi perasaan siap itu hanya pendapat diri. Ia sombong, merasa sudah siap bekal menuju ke sana, merasa sudah banyak ilmu bersertifikat, merasa sudah sangat sempurna dalam menjadi perempuan seutuhnya. Padahal Allah berkata lain, bukankah Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya. Tapi diri terlalu memaksakan kehendaknya. Aku pikir, perasaan ini sungguh unik, ia tidak pernah datang sekuat ini. Namun lagi-lagi aku salah, jawaban Allah lah yang selalu benar. Aku pikir aku akan sakit terlalu dalam, menjadi perempuan melankolis, tersedu-sedu, diam di tempat yang sama untuk waktu yang lama. Ternyata, hanya sedikit waktu yang kubutuhkan untuk kembali menjadi 'aku'. Dalam singkat waktu, terungkaplah kisah yang membuatku sangat-sangat kehilangan perasaan yang tadinya ku pikir 'mendalam' itu. Ah, ini hanya sederhana saja..sesederhana kau melepaskan keinginanmu untuk mengikuti keinginan Allah. Maka selanjutnya, biar episode-episode indah yang Allah berikan kepada mu. Mungkin bukan dengan yang kau inginkan, tapi bisa jadi dengan orang yang lebih menginginkan Allah bersama kalian kelak. Atau mungkin ceritanya masih akan panjang, bersesi-sesi, sampai Allah mendengarmu berkata "Bilakah pertolongan Allah tiba?", kemudian dengan caraNya yang tak terduga-duga Allah menjawabnya dengan "sesungguhnya pertolongan Allah itu amatlah dekat".
Hakikat melepaskan, sejatinya hanyalah menerima..
Menerima bahwa semua episode-episode hidup sudah ditentukan olehNya.
Menerima bahwa semua yang kita miliki hanya titipanNya.
Menerima bahwa apa yang diberikanNya adalah yang terbaik untuk kita.
Kita hanya perlu berusaha meraih ridhoNya, melakukan apa-apa yang sesuai fitrah dari Nya..dan membiarkan setiap jerih payah kita, dibalasnya dengan ketetapanNya yang indah..
^^
Senin, 26 Oktober 2015
Senin, 19 Januari 2015
Tipe Keluarga Dalam Al-Qur'an
Kajian Samaraba
Ust Didik
Nurul Ashri, Yogyakarata 24 September 2014
(QS. Ali imran: 113-114)
Karakteristik soleh/solehah
Ust Didik
Nurul Ashri, Yogyakarata 24 September 2014
Tipe keluarga yang diceritakan oleh Al-Quran:
1. Keteladanan keluarga Nabi Ibrahim as (QS: Al ahzab: 21)
seluruh anggota keluarganya adalah orang-orang beriman nan sholih
2. Nabi Luth as dan Nabi Nuh as (QS.29: 32-33)
2. Nabi Luth as dan Nabi Nuh as (QS.29: 32-33)
sang suami sholih namun istrinya durhaka
3. Firaun (QS. 29:39)
3. Firaun (QS. 29:39)
sang suami durhaka namun istrinya beriman
4. Abu lahab (QS. 111)
4. Abu lahab (QS. 111)
suami istri durhaka kepada Allah dan RasulNya
Karakteristik soleh/solehah
- Mau membaca ayat2 Allah pada malam hari ayat2 tak hanya Al-Quran 41:53-ulil albab: dzikir-fikir-ikhtiar
- Ahli sujud: rajin ibadah
- Bertujuan akhirat
- Berani amar maruf nahi munkar
- Cepat berbuat kebaikan
Kewajiban Istri
Kajian Samaraba
Ust Didik
Nurul Ashri, Yogyakarta 31 Des 2014
1. Menjadi sumber kerinduan bagi suami
2. Mengelola keuangan dg baik
3. Tidak gampang mengeluh
4. Jangan selalu menganggap paling berjasa, paling hebat dll
5. Mengurus anak dg baik
6. Tidak membuka rahasia suami didpn org lain tmsk keluarga
7. Kreatif
8.pendorong suami beribadah dan berkarier
9. Jangan berlebihan dalam cemburu
10. Jangan menolak keinginan suami berhubungan kecuali alasan syari
11. Rela menerima pemberian
12. Rela berkorban
13. Hormati keluarga suami
14. Jangan provokatif
15. Menjaga penampilan
16. Melupakan luka masa lalu
17. Menjaga hak suami ketika suami tdk drumah
18. Hindari caci maki, penghinaan
Pacaran itu mendapatkan 6 dosa yg diterima wanita, dan hanya 1 dosa yg diterima laki2.
Dosa biologis, dosa psikologis, dosa sosialis, dosa akademis, dosa historis, dan hanya dosa teologis yg diterima bersama
Ust Didik
Nurul Ashri, Yogyakarta 31 Des 2014
1. Menjadi sumber kerinduan bagi suami
2. Mengelola keuangan dg baik
3. Tidak gampang mengeluh
4. Jangan selalu menganggap paling berjasa, paling hebat dll
5. Mengurus anak dg baik
6. Tidak membuka rahasia suami didpn org lain tmsk keluarga
7. Kreatif
8.pendorong suami beribadah dan berkarier
9. Jangan berlebihan dalam cemburu
10. Jangan menolak keinginan suami berhubungan kecuali alasan syari
11. Rela menerima pemberian
12. Rela berkorban
13. Hormati keluarga suami
14. Jangan provokatif
15. Menjaga penampilan
16. Melupakan luka masa lalu
17. Menjaga hak suami ketika suami tdk drumah
18. Hindari caci maki, penghinaan
Dosa biologis, dosa psikologis, dosa sosialis, dosa akademis, dosa historis, dan hanya dosa teologis yg diterima bersama
Langganan:
Komentar (Atom)