Hanya ingin menuliskan perjalanan hidupku, mungkin saja suatu saat kelak saat ingatanku tak lagi bisa memunculkan kembali memori yang telah direkamnya...catatan ini bisa membantuku mengingat kembali...
^^
Bandar Lampung, 1996
Saat ini aku berumur 6 tahun, dan kisah baru hidupku dimulai ketika orang tua ku memutuskan untuk pindah ke luar kota. Aku akhirnya hidup bersama kedua kakek dan nenekku, jauh dari orang tua. Mulai saat itu aku hidup mandiri, aku hanya diberi uang jajan 500 rupiah per harinya. Aku tidak mungkin meminta lebih, karena aku tidak tinggal bersama kedua orang tuaku. Namun aku bersyukur, dari sinilah aku dididik menjadi wanita yang mandiri, hemat, menghargai setiap pemberian orang lain, dan tidak tergantung kepada orang lain.
Kotabumi, 2001
Aku kembali kepada kedua orang tuaku di Lampung Utara. Sebenarnya berat meninggalkan kedua kakek nenekku, tapi kasihan juga kalau ibuku tidak pernah bersama anaknya. Di kota ini aku mendaftar di SMP Negeri Favorit, SMPN 7 Kotabumi. Aku tak memilih pilihan kedua, saat itu pikiranku hanya terdapat pilihan pertama. Sangat Optimis. itulah aku saat SMP. 3 tahun aku berada pada kelas unggulan. Di kelas ini yang ada hanyalah orang-orang yang serius belajar, daya saing tinggi, dan bagaimana mendapatkan puncak nilai akademis. Begitulah kehidupanku 3 tahun, sampai-sampai belakangan aku baru sadar kalau aku tidak punya banyak teman saat SMP. Meskipun begitu, nilai akademisku tidak pernah mengecewakan. Mendapatkan posisi ke 5 kelas merupakan peringkat terburuk dalam hidupku. 3 tahun sekolah, 3 tahun pula aku mendapatkan beasiswa, subhanallah orang tuaku tidak perlu mengeluarkan banyak dana untuk sekolah anaknya. 1000 adalah uang jajanku perhari saat itu, namun lagi-lagi aku tidak meminta lebih. Aku malah bisa membeli barang yang ku inginkan dengan tabunganku sendiri. Kehidupan mandiri hasil didikan kakek nenekku menjadikan aku seorang remaja yang mandiri. Sisi lain kehidupanku saat SMP pun aku dapat ketika aku belajar ngaji di TPA di desaku. Di sini saat-saat aku baru mengenal bahwa ternyata ada toh anak2 SMP yang sudah jatu cinta lalu pacaran. Beberapa temanku seperti itu. Membersamai kehidupan mereka, memberikanku banyak pelajaran. Saat itu aku mulai tahu, bahwa ternyata pacaran lebih banyak hal-hal yang sia-sia. Beberapa teman laki-laki pun katanya 'suka' denganku, tapi saat itu aku tidak menanggapi mereka. Bagiku semua teman sama saja, tidak lebih.
Kotabumi, 2004
Babak baru kehidupanku dimulai, saat ini aku masuk Sekolah Menengah Atas. Aku mulai menutup auratku. Senangnya berjilbab...^^ aku menemukan kehidupan yang begitu berbeda saat itu. Meskipun aku sempat down ketika teman2 SMP ku yang sangat 'kompetitif' itu melanjutkan pendidikannya di sekolah2 favorit di Bandar Lampung. Ibuku yang baru 3 tahun bersama anaknya tidak tega melihatku kembali tidak bersamanya. Aku mengalah, aku memutuskan untuk mengikuti perintah orang tuaku untuk sekolah di SMA favorit di kota kami saja. Pilihan pertama, tidak ada pilihan lain. Aku masih begitu, OPTIMIS masih menjadi representasi diriku. Salah mengisi berkas, aku pikir tak masalah jika aku tidak masuk. Entahlah, aku begitu sangat santai saat itu, tidak seperti waktu SMP. Ternyata aku masuk SMA yang aku pilih meskipun aku salah berkas. Di SMA ini aku baru sadar, kalau aku hanya memiliki sedikit teman. Dari saat itu aku mulai berteman dengan banyak orang. Anak-anak yang tipe akademisi sampai anak-anak 'gaul' dan terkenal berandal menjadi temanku. Kehidupan ini begitu mengasikan. meskipun uang jajan yang ku dapatkan tetap hanya 1000 rupiah paling banyak mungkin hanya 2000 rupiah per hari, namun lagi-lagi aku tetap bersyukur. Kemandirian ini mengajarkanku untuk 'kalau mau sesuatu yang kau inginkan, kau harus mendapatkannya dengan usahamu sendiri!'
Pernah ada masa-masa sangat sulit bagiku dan keluargaku saat itu. Sampai ibuku harus menjadi seorang pedagang krupuk singkong saat itu. Setiap hari aku membantu ibuku menyiapkan dagangannya sambil mengasuh adikku yang paling kecil. Ibu ku kemudian berkeliling kampung untuk menjajakan dagangannya. Sedih sekali aku melihat kelelahan yang terlihat dari wajah ibu setiap harinya, tapi ibu senantiasa tersenyum kepadaku.
Menjadi pengurus OSIS, menjadi Sekum ROHIS, menjadi pengurus inti di PMR. Meraih beasiswa, memenangkan lomba-lomba akademis maupun non akademis. Kehidupan SMA ku sangat seimbang, akademis, interpersonal, spiritual. lengkap sudah. Gelar Best Academic Student menutup masa pendidikan ku di SMA 3 Kotabumi. Namun masa-masa ini adalah masa dimana aku mulai merasa aneh dengan kehidupan disekitarku. Hampir semua teman-temanku punya pacar, dan aku tidak. Maka aku mulai memasuki kehidupan lain itu. Hanya untuk menarik kesimpulan, mengapa mereka berpacaran. Namun 1 tahun tak mengubah kesimpulanku bahwa pacaran tetap adalah hal yang sia-sia. Lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. Maka aku putuskan sejak saat itu bahwa aku tidak akan memberikan perasaan hatiku untuk seseorang yang belum tentu menjadi jodohku. Lingkaran tarbiyah telah melingkupiku. Tarbiyah adalah momentum terbesar dalam hidupku.
^^
Bandar Lampung, 2007
Aku diterima di Universitas Indonesia!
Ah, betapa bahagianya aku saat itu. Namun aku tersadar, bahwa biaya pendidika di sana tidak akan mampu ditanggung oleh orang tuaku. Dengan berat hati aku melepaskan The Yellow Jacket yang menjadi impianku selama ini. Aku memilih untuk kuliah di Universitas Lampung saja, karena selain aku sudah terlebih dahulu masuk Universitas ini karena jalur bakat, biaya pendidikan di Unila pun jauh lebih murah daripada UI.
Aku kembali ke kota asalku, Bandar lampung. Tapi kali ini keadaannya semua sudah berbeda. Kakek dan nenekku telah tiada. Mereka berpulang ke Allah dalam waktu yang berbeda, dan semuanya menghabiskan hari akhir mereka di rumah orang tuaku. Aku bersyukur masih bisa membantu mengurus mereka ketika menjelang akhir kehidupannya. Kau tau, sampai saat ini aku merasa menjadi cucu yang paling beruntung, karena bisa merawat kakek dan nenekku. Aku kembali kerumah kakek dan nenekku di Bandar Lampung, namun kali ini aku sendirian. Sendirian selama beberapa tahun membuatku semakin menjadi perempuan yang tegar, kuat dan mandiri. Universitas Lampung adalah miniatur Universitas kehidupanku.
Bidang Akademis...
Kuliah...masa-masa di kampus adalah masa paling berharga dalam perjalanan kedewasaanku. Di bangku perkuliahan aku baru benar-benar 'belajar' untuk nilai-nilaiku, padahal sebelumnya aku jarang sekali belajar untuk ujian sekalipun. Mati-matian menurunkan rumus Fisika, hampir setiap malam begadang mengerjakan tugas menjadi bagian dari hidupku. Asisten Dosen, mengikuti berbagai lomba. Gelar Lulusan Terbaik menutup sejarah panjang sisi akademisku di Perguruan Tinggi yang telah membesarkanku itu.
Bidang Interpersonal...
Aku sangat bersyukur Allah telah mengirimkan masa ini dalam hidupku. Menjadi pimpinan FPPI (Semacam ROHIS), pimpinan BEM, Dewan Tertinggi Himasakta, bagian dari Imakipsi dan FSLDK yang anggotanya mahasiswa seluruh Indonesia menjadikanku banyak memiliki teman yang beragam. Teman biasa, sampai teman dekat. Beberapa teman perempuan dan laki-laki menjadi teman dekatku. Aku bersyukur telah sempat memiliki teman-teman seperti mereka.
Bidang Spiritual..
Maha Suci Allah yang telah semakin mendekatkanku dengan dunia Tarbiyah, mengikatkan hatiku dengan lingkaran ini. Dalam dekapan tarbiyah, kata-kata itu merupakan kata yang paling tepat untuk menggambarkan kehidupanku. Aku bersama orang-orang yang solihah, saling mengigatkan, saling mencintai karena Allah ( dan pada saat aku menuliskan ini, matakupun berkaca-kaca). Aku tidak menemukan lagi saudari-saudari seperti mereka setelah masa ini....
Bidang Finansial..
Masa ini adalah masa yang paling membuatku menjadi perempuan yang mandiri. 400 ribu perbulan yang dikirim orang tuaku untukku. Ongkos, makan, kperluan sehari-hari, biaya rumah, belum lagi buku dan iuran lainnya. Tidak, aku tetap pada prinsipku tidak akan meminta lebih pada kedua orang tuaku. Kehidupan mereka sudah cukup susah tanpa permintaanku, maka aku memutuskan untuk mulai mencari penghasilan untuk kehidupanku sendiri. Mulai dari berjualan pulsa, menjadi distributor pakaian, berjualan tas anyaman eceng gondok, berjualan di bazar kampus, menjadi pengajar privat yang hanya dibayar 17ribu per pertemuan sampai pengajar bimbel saat ini. Semua ini memberikanku pelajaran yang begitu berharga. Bahwa hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan, hidup ini keras, namun kau harus tetap selembut air untuk dapat menaklukannya, kesabaran dalam getir kehidupan kulalui.
Suatu hari aku pernah berjalan begitu jauh karena sudah tidak punya uang untuk ongkos. Pernah juga aku tidak makan lebih dari 26 jam karena aku tidak memiliki apapun untuk membeli makan. Aku harus rela berhari-hari di rental komputer karena aku belum memiliki fasilitas saat itu. Motivasi, Niat, Kerja Keras, Optimis kepada Allah dan kesabaran adalah kunci hidupku..
Bandar Lampung, 2011
Aku lulus kuliah, sudah punya pekerjaan, meskipun belum menjadi apa-apa, setidaknya aku tidak meminta lagi dari orang tuaku. Semoga di tahun 2013 aku sudah bisa menulis momen lain dari fase baru kehidupanku....^^
Senin, 25 Maret 2013
Selasa, 12 Maret 2013
Terzholimi
Apabila kezholiman tidak bisa diadukan
pada pemimpin yang adil, Allah sendiri Maha Adil. Ia menerima pengaduan
hamba-Nya yang terzholimi.
Bersabarlah..
Jika hari ini kamu bersabar atas cercaan orang-orang yang zalim..
maka di akhirat kelak para malaikatlah yang akan bersorak-sorai atas kemenanganmu...
Orang yang mampu menahan amarah berarti ia telah mampu meleburkan dirinya ke dalam diri orang lain dan membuang jauh-jauh sifat egoisnya. Allah SWT berfirman, ”Yaitu, orang-orang yang menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah dan memberi maaf kepada manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS 3: 134).
Disela-sela menahan emosi ini...aku hanya berharap dalam hati..jangan sampai mendoakan sesuatu yang jelek untuk orang yang telah menzholimiku, karena memaafkan adalah sikap yang terbaik..
^^
Semoga Allah membukakan pintu hati orang-orang yang tertutup mata hatinya, memberikan mereka hidayah dan kelembutan hati..
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah terhadap fitnah orang-orang yang zholim..^^
“Berhati-hatilah dengan doa orang yang dizholimi sungguh tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah SWT.
(HRBukhori, Muslim, an Nasa’i, ibnu Majah, ad Darimi, dan Ahmad)
hmm, lagi coba nahan emosi nih, bersabar menghadapi pemutarbalikan fakta yang ada ^^
Katanya sih,menahan amarah itu akan
menjadikan seseorang sanggup menahan diri untuk tidak melakukan tindakan
tercela dalam bentuk apa pun. bahkan Nabi Muhammad SAW ketika didatangi
oleh seorang sahabatnya yang memintanya untuk memberi wasiat, beliau
hanya berkata, “Janganlah kamu melampiaskan amarah.” Dan itu diulanginya
lebih dari satu kali. (HR Bukhari).
Bersabarlah..
Jika hari ini kamu bersabar atas cercaan orang-orang yang zalim..
maka di akhirat kelak para malaikatlah yang akan bersorak-sorai atas kemenanganmu...
Orang yang mampu menahan amarah berarti ia telah mampu meleburkan dirinya ke dalam diri orang lain dan membuang jauh-jauh sifat egoisnya. Allah SWT berfirman, ”Yaitu, orang-orang yang menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah dan memberi maaf kepada manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS 3: 134).
Disela-sela menahan emosi ini...aku hanya berharap dalam hati..jangan sampai mendoakan sesuatu yang jelek untuk orang yang telah menzholimiku, karena memaafkan adalah sikap yang terbaik..
^^
Semoga Allah membukakan pintu hati orang-orang yang tertutup mata hatinya, memberikan mereka hidayah dan kelembutan hati..
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah terhadap fitnah orang-orang yang zholim..^^
Langganan:
Komentar (Atom)