*repost from my note..
Di rumah ini aku sendiri..
kita tak lagi bertemu di petang hari..
tertawa bersama, bercerita tentang hidup kita yang tak mudah ini, namun indah..penuh warna..
tak lagi sekedar melepas lelah dengan menutup pintu seraya berkata..
"Gw tidur duluan boi..."
:D
tak bisa lagi memelukku kala masalah hidup mu sudah sampai pada titik klimaks kelapangan hatimu..
tak lagi sekedar memblack list orang-orang yang suka php..
tak lagi mendengar keluhan mu yang selalu terpaku pada 2 hal dalam hidupmu,,,
jodoh dan rezeki..
^^
namun kali ini aku ingin berbagi ilmu dengan mu...tentang sebuah pernikahan..
Ia tak semudah ketika kita ingin membeli nasi goreng yang setiap malam lewat..
dan tak juga membumbung tinggi tak tergapai oleh mu..
Ia tersimpan dalam suatu hari yang tak ada yang mengetahuinya
Kadang ia dekat, tak dinyana..kadang yang sudah dekat pun, tiba2 menjauh..dan menghilang..
Namun jika engkau tak menginginkan seseorang untuk mu..maka, simaklah ini...
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sebuah perkawinan tak boleh mengandung unsur penipuan atau paksaan.
Kisah hidup Khansa binti Khadzdzam – seorang Muslimah di zaman Rasulullah SAW – sarat akan pesan bagi kaum kaum Hawa. Ia menjadi contoh dan saksi hidup, betapa ajaran Islam yang disebarkan Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan perempuan.
Perjalanan hidup Khansa menjadi pelajaran penting bahwa Islam tak mengekang kebebasan kaum wanita. ‘’Bahkan sejak dini, Islam telah memberikan kebebasan kepada kaum wanita; kebebasan dalam menentukan calon suami, kebebasan berpendapat, dan sebagainya,’’ ujar Muhammad Ibrahim Salim dalam bukunya Nisaa Haulaur Rasul SAW.
Kisah Khanza berisi sebuah pelajaran bahwa seorang wanita hendaknya harus memahami betul arti sebuah pernikahan yang seharusnya dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sebuah perkawinan tak boleh mengandung unsur penipuan atau paksaan. ‘’Oleh karena itu, seorang wali tidak berhak memaksa anaknya untuk menikah dengan orang yang tidak dicintainya,’’ papar Ibrahim Salim.
Atas dasar itulah, Nabi SAW mengurungkan pernikahan Khansa. Ia dipaksa ayahnya untuk menikah dengan orang yang tak dicintainya. Menurut Ibrahim Salim, Khansa adalah keturunan Bani Amr bin Auf bin Aus. Ketika masih belia, dia bertemu Nabi Muhammad. Khanza juga tercatat meriwayatkan beberapa hadits dari Rasulullah.
Alkisah, Khansa dilamar oleh dua pemuda, yakni Abu Lubabah bin Mundzir, salah seorang pahlawan pejuang dan sahabat Nabi; serta seorang laki-laki dari Bani Amr bin Auf yang masih kerabatnya. Sebenarnya, Khansa tertarik padan Abu Lubabah. Namun, sang ayah punya kemauan sendiri, yakni memilih anak pamannya untuk putrinya.
Khansa pun akhirnya dinikahkan ayahnya dengan anak pamannya. Lalu Khansa segera menemui Rasulullah dan mengadukan masalah itu. ‘’Ya, Rasulullah, sesungguhnya bapakku telah memaksa aku untuk kawin dengan orang yang diinginkannya, sedangkan saya sendiri tidak mau." Rasulullah lalu bersabda, ‘’Tidak ada nikah dengannya, kawinlah engkau dengan orang yang kamu cintai.’’
Lalu Khansa menikah dengan Abu Lubabah. Menurut Ibrahim Salim, para ahli hadis saling berbeda pendapat tentang status Khansa’ saat perkawinan keduanya dengan Abu Lubabah. Sebuah riwayat dalam al-Muwaththa' dan ats-Tsauri menuturkan bahwa Khansa saat peikahan kedua masih perawan.
Kisah hidup Khansa mengingatkan kita pada seorang sahabat wanita Rasulullah yang beranama Barirah. Menurut Ibrahim salim, kisah hidup Barirah hampir sama dengan Khansa. Barirah adalah seorang Habasyah (budak wanita berkulit hitam dari Ethiopia). Tuannya bernama Utbah bin Abu Lahab yang mengawinkannya dengan seorang budak dari Maghirah.
Sebenarnya Barirah tidak rela dijodohkan dengan budak tersebut seandainya dia berhak menolak. Hal itu diketahui oleh Aisyah, maka dibelilah Barirah dan dibebaskannya. Setelah bebas, Rasulullah SAW berkata, ‘’Kamu telah berhak atas dirimu maka kamu bebas memilih."
Jika kau bimbang dengan hatimu..lakukanlah..
1. Tidurlah lebih awal di malam hari dengan keadaan masih berwudhu..
2. Bangunlah di sepertiga malam untuk sholat istiharoh..
3. Jauhkanlah semua kecenderungan terhadap suatu pilihan sebelum kau istiharoh..
4. Meminta lah dengan sebenar2nya kesungguhan tentang keputusan terhadap masalahmu..
5. Iringilah istiharohmu dengan berbuat baik, bersedekah, dan senantiasa yakin terhadap Allah
6. Rasakan apa yang Allah tunjukkan..
7. jawabannya bisa dari mimpi, keyakinan hatimu, atau sebaliknya..kau semakin ragu..
8. jika masih ragu, lakukanlah lagi hal yang sama..sampai hati mu yakin, mungkin sampai yakin pada kata TIDAK..
9. Bicarakanlah semua yang kau rasakan pada orang tuamu, kepada keluargamu..
10. Minta Allah untuk membukakan pintu hati mereka..
Semoga Allah senantiasa bersamamu, meski raga ku tak bisa lagi bersamamu...^^
kita tak lagi bertemu di petang hari..
tertawa bersama, bercerita tentang hidup kita yang tak mudah ini, namun indah..penuh warna..
tak lagi sekedar melepas lelah dengan menutup pintu seraya berkata..
"Gw tidur duluan boi..."
:D
tak bisa lagi memelukku kala masalah hidup mu sudah sampai pada titik klimaks kelapangan hatimu..
tak lagi sekedar memblack list orang-orang yang suka php..
tak lagi mendengar keluhan mu yang selalu terpaku pada 2 hal dalam hidupmu,,,
jodoh dan rezeki..
^^
namun kali ini aku ingin berbagi ilmu dengan mu...tentang sebuah pernikahan..
Ia tak semudah ketika kita ingin membeli nasi goreng yang setiap malam lewat..
dan tak juga membumbung tinggi tak tergapai oleh mu..
Ia tersimpan dalam suatu hari yang tak ada yang mengetahuinya
Kadang ia dekat, tak dinyana..kadang yang sudah dekat pun, tiba2 menjauh..dan menghilang..
Namun jika engkau tak menginginkan seseorang untuk mu..maka, simaklah ini...
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sebuah perkawinan tak boleh mengandung unsur penipuan atau paksaan.
Kisah hidup Khansa binti Khadzdzam – seorang Muslimah di zaman Rasulullah SAW – sarat akan pesan bagi kaum kaum Hawa. Ia menjadi contoh dan saksi hidup, betapa ajaran Islam yang disebarkan Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan perempuan.
Perjalanan hidup Khansa menjadi pelajaran penting bahwa Islam tak mengekang kebebasan kaum wanita. ‘’Bahkan sejak dini, Islam telah memberikan kebebasan kepada kaum wanita; kebebasan dalam menentukan calon suami, kebebasan berpendapat, dan sebagainya,’’ ujar Muhammad Ibrahim Salim dalam bukunya Nisaa Haulaur Rasul SAW.
Kisah Khanza berisi sebuah pelajaran bahwa seorang wanita hendaknya harus memahami betul arti sebuah pernikahan yang seharusnya dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sebuah perkawinan tak boleh mengandung unsur penipuan atau paksaan. ‘’Oleh karena itu, seorang wali tidak berhak memaksa anaknya untuk menikah dengan orang yang tidak dicintainya,’’ papar Ibrahim Salim.
Atas dasar itulah, Nabi SAW mengurungkan pernikahan Khansa. Ia dipaksa ayahnya untuk menikah dengan orang yang tak dicintainya. Menurut Ibrahim Salim, Khansa adalah keturunan Bani Amr bin Auf bin Aus. Ketika masih belia, dia bertemu Nabi Muhammad. Khanza juga tercatat meriwayatkan beberapa hadits dari Rasulullah.
Alkisah, Khansa dilamar oleh dua pemuda, yakni Abu Lubabah bin Mundzir, salah seorang pahlawan pejuang dan sahabat Nabi; serta seorang laki-laki dari Bani Amr bin Auf yang masih kerabatnya. Sebenarnya, Khansa tertarik padan Abu Lubabah. Namun, sang ayah punya kemauan sendiri, yakni memilih anak pamannya untuk putrinya.
Khansa pun akhirnya dinikahkan ayahnya dengan anak pamannya. Lalu Khansa segera menemui Rasulullah dan mengadukan masalah itu. ‘’Ya, Rasulullah, sesungguhnya bapakku telah memaksa aku untuk kawin dengan orang yang diinginkannya, sedangkan saya sendiri tidak mau." Rasulullah lalu bersabda, ‘’Tidak ada nikah dengannya, kawinlah engkau dengan orang yang kamu cintai.’’
Lalu Khansa menikah dengan Abu Lubabah. Menurut Ibrahim Salim, para ahli hadis saling berbeda pendapat tentang status Khansa’ saat perkawinan keduanya dengan Abu Lubabah. Sebuah riwayat dalam al-Muwaththa' dan ats-Tsauri menuturkan bahwa Khansa saat peikahan kedua masih perawan.
Kisah hidup Khansa mengingatkan kita pada seorang sahabat wanita Rasulullah yang beranama Barirah. Menurut Ibrahim salim, kisah hidup Barirah hampir sama dengan Khansa. Barirah adalah seorang Habasyah (budak wanita berkulit hitam dari Ethiopia). Tuannya bernama Utbah bin Abu Lahab yang mengawinkannya dengan seorang budak dari Maghirah.
Sebenarnya Barirah tidak rela dijodohkan dengan budak tersebut seandainya dia berhak menolak. Hal itu diketahui oleh Aisyah, maka dibelilah Barirah dan dibebaskannya. Setelah bebas, Rasulullah SAW berkata, ‘’Kamu telah berhak atas dirimu maka kamu bebas memilih."
Jika kau bimbang dengan hatimu..lakukanlah..
1. Tidurlah lebih awal di malam hari dengan keadaan masih berwudhu..
2. Bangunlah di sepertiga malam untuk sholat istiharoh..
3. Jauhkanlah semua kecenderungan terhadap suatu pilihan sebelum kau istiharoh..
4. Meminta lah dengan sebenar2nya kesungguhan tentang keputusan terhadap masalahmu..
5. Iringilah istiharohmu dengan berbuat baik, bersedekah, dan senantiasa yakin terhadap Allah
6. Rasakan apa yang Allah tunjukkan..
7. jawabannya bisa dari mimpi, keyakinan hatimu, atau sebaliknya..kau semakin ragu..
8. jika masih ragu, lakukanlah lagi hal yang sama..sampai hati mu yakin, mungkin sampai yakin pada kata TIDAK..
9. Bicarakanlah semua yang kau rasakan pada orang tuamu, kepada keluargamu..
10. Minta Allah untuk membukakan pintu hati mereka..
Semoga Allah senantiasa bersamamu, meski raga ku tak bisa lagi bersamamu...^^