Pages

Sabtu, 01 Oktober 2011

Media dan Mahasiswa


Oleh : Siti Ayu Kumala (Kadis Eksternal BEM FKIP Unila 10/11)
Mahasiswa adalah perubahan yang sangat signifikan dari statusnya sebagai siswa. Jika dilihat secara substantif ada hal yang mendasar dari perubahan identitas tersebut( siswa menjadi mahasiswa), karena identitas kemahasiswaan menuntut seseorang untuk memiliki jiwa kemandirian, tanggung jawab sosial dan berbagai tugas baru yang sangat berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya.
Menjadi mahasiswa, tidak serta merta menjadikan seorang pemuda lepas dari tugas pembelajaran yang telah 12 tahun dijalaninya, malah semakin banyak tugas studi yang harus dilaksanakan oleh seorang “Mahasiswa”.
Selain menjadi seorang ilmuwan, baik eksak maupun sosial, mahasiswa berperan penting sebagai penggerak masyarakat. Hal ini dilakukan oleh mahasiswa dengan istilah “pergerakan mahasiswa”.
Orang awam menyatakan kalau mahasiswa hanya bisa berbicara tanpa adanya solusi. Sebuah pernyataan yang miris namun tidak dapat dipersalahkan juga. Kenyataannya memang banyak mahasiswa yang memilih berdemo untuk menyalurkan aspirasinya. Terkadang sangat disayangkan kalau demo yang tadinya bermaksud untuk menyampaikan aspirasi dan membangun opini publik berujung pada tindakan anarkis yang sangat tidak menunjukkan kehormatan seorang mahasiswa. Pergerakkan mahasiswa saat ini sudah mulai berkembang pesat dengan adanya peran MEDIA lebih tepatnya media massa. Salah satu perantara terdahsyat yang dapat menyambungkan aspirasi mahasiswa dan opini masyarakat. Media memiliki fungsi yang turut menentukan besar atau tidaknya suatu pergerakan, bahkan turut menentukan eksis atau tidaknya suatu badan pergerakan.

Lalu benarkah peran media massa sedemikian besar? Jawabannya dapat dilihat dari analogi peristiwa-peristiwa berikut ini: Orang-orang tidak akan tau bahwa Indonesia telah merdeka jika tidak ada radio Antara dan media massa lainnya yang mempublikasikannya saat itu. Kita tidak akan mengetahui cerita RA Kartini jika surat-suratnya tidak dipublikasikan ke masyarakat. Gerakan fenomenal Hasan Al- Banna takkan bisa kita teladani tanpa publikasi internasional mengenai dirinya. Dalam sekejap seseorang dapat menjadi bintang yang fenomenal namun dalam sekejap pula terlupakan karena publikasi media massa. Begitu besarnya peran media massa bagi masyarakat. Maka begitu besarnya peran Media bagi pergerakan mahasiswa.

Mengutip tulisan dari alah seorang aktivis mahasiswa yang berkecimpung dalam gerakan mahasiwa, menurutnya peran komunikasi dalam pembangunan adalah sebagai sebagai pendorong terjadinya suatu perubahan sosial dalam masyarakat. Komunikasi diharapkan berperan dalam menyebarluaskan sejumlah inovasi dalam rangka menumbuhkan dan menggerakkan sekelompok masyarakat agar memiliki motivasi kearah kemajuan. Seperti yang kita ketahui bersama, pembangunan Indonesia sebagian besar dilatarbelakangi oleh modal asing yang mengakibatkan bertumpuknya hutang Indonesia. Merupakan tugas mahasiswalah untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya kapitalisme ini. Gerakan mahasiswa yang dilakukan melalui seminar, aksi, ataupun kongres merupakan bentuk penyadaran kepada masyarakat agar dapat hidup lebih baik.

Bagaimana cara agar ide dan aspirasi kita dapat didengar setidaknya bagi masyarakat kampus? Media masalah jawabannya. Ilmu komunikasi lahir ketika suatu penemuan menjadi tidak berguna jika tidak ada yang mengetahui. Begitu pula dengan sebuah perubahan, tidak akan menjadi sebuah “perubahan” jika tidak ada yang mengetahui suatu perubahan ini. Dan media massa, dapat melakukannya hanya dalam hitungan detik seiring perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini.

Tidak kalah penting, sebagaimana disebutkan diatas, media juga turut menentukan seberapa berpengaruhnya sebuah issue yang diangkat mahasiswa. Contoh yang baru-baru ini terjadi adalah berita mengenai demo yang dilakukan segelintir mahasiswa terhadap penganugrahan gelar Doktor kepada Sutiyoso. Media mempunyai kekuatan dan kekuasaan tersendiri untuk mengeksekusi suatu issue yang sampai ke tangan mereka. Pernyataan segelintir mahasiwa itu bahkan dapat menjadi pemberitaan nasional yang membuka pemikiran publik.
Maka selayaknya para aktivis pergerakan mahasiswa lebih mengefektifkan penggunaan media. Media dapat ‘menciptakan’ realitas yang disorot publik bahkan dalam hitungan detik. Sudah bukan jamannya lagi mahasiswa berkoar-koar tanpa solusi di depan gedung pemimpin, yang bahkan tak ingin melihat keberadaan kita. Meskipun cara itu masih bisa digunakan untuk menunjukkan eksistensi mahasiswa, namun media lebih efektif untuk menarik respon masyarakat. Jalin hubungan yang baik dengan pihak media, namun jangan terjerumus dalam permainan media. Kuasai ilmu media, bahkan menjadi seorang jurnalis atau editor. Kuasai teknologi yang berhubungan dengan media seperti desain grafis dan sistem network internet.  Jadilah aktivis pergerakan mahasiswa yang menguasai media sehingga dapat memberi pemahaman kepada masyarakat. Pemahaman yang benar ini lah yang ditunggu masyarakat sebagai bukti eksistensi dari mahasiswa. Hal ini harus terus dilakukan mahasiswa sebagai penerus peradaban demi kemajuan bangsa yang kita cintai ini.Tetap berpikir merdeka!

Jumat, 30 September 2011

Tijauan Hantu menurut Sains


Indonesia adalah negara yang bisa dibilang memiliki banyak keanekaragaman uniknya keanekaragaman ini tidak hanya pada sesuatu yang terlihat faktanya seperti suku bangsa, budaya, agama, adat istiadat dsb. namun Indonesia pun terkenal dengan keanekaragaman makhluk halusnya.

Hantu atau makhluk halus memang bukan hal asing di Indonesia, namun bagaimana sosok hantu ini berdasarkan pandangan sains/ilmu pengetahuan?

Ketika kebanyakan orang giganggu perasaan takut dan seraaaammm ketika membicarakan perihal maklus halus ini, banyak diantara kita gak menyadari bahwa kajian sains dan teknologi menemukan beberapa sifat dan ciri kelemahan jin dan hantu.

Berbeda dengan ahli agama, penyelidik/ilmuwan mencoba memecahkan teka-teki makluk halus itu dengan mencari penjelasan saintifik dengan mengkaji unsur kewujudan hantu dan jin dari sudut pandang sains. Hasil kajian selama puluhan tahun ini memang tidak diduga oleh kebanyakan kita..!!

Siapa menyangka.. film Drakula yg ada adegan terbakar apabila terkena sinar matahari, dan film Ghostbuster yg ada adegan penangkapan dan penembakan hantu menggunakan peralatan elektronik.. ..ternyata semuanya itu berdasar.

Malah, beberapa kepercayaan yg dianggap khurafat dalam masyarakat kita seperti meletakkan gunting besi disamping mayat atau menggantung cermin didepan pintu sebenarnya bisa dibuktikan secara sains untuk menghindari gangguan hantu ato jin.

Penyelidik yg juga Dekan Fakultas Sains Warna Universal, Universitas Perobatan Antarbangsa Sri Langka; Prof Dr Sir Norhisham Wahab, mengatakan bahwa hantu dan jin tidak memiliki unsur jasad menyebakan mereka tidak dapat dilihat, tetapi kewujudan mereka dapat dibuktikan dengan ilmu sains fisika quantum dan bisa dideteksi dengan teknologi gelombang.

“Hantu dan jin wujud secara tidak nyata kerana tidak terikat kepada jisim, gravitasi bumi serta bebas daripada ikatan karbon, molekul dan atom. Berbeda ngan manusia yang terbentuk daripada partikel atom atau unsur yang menyusun semua benda.

“Hantu dan jin bagaimanapun termasuk dalam ghaib nisbi dan bisa diukur dg menggunakan gelombang bunyi dan gema,” kata Prof Dr Sir Norhisham Wahab yang mendalami kajian dalam bidang ini selama sembilan tahun.

Katanya, apabila kajian sudah memahami bagaimana unsur hantu dan jin dari sudut fisik, usaha terpenting yaitu membantu manusia menghindari gangguan jin dan hantu dapat dilakukan pembuatan penawar dan pemulihan menggunakan teknologi.

Dr Norhisham berkata, jin dan hantu terdiri daripada unsur gelombang, mereka dapat menguasai ruang dan waktu didalam tubuh manusia yang mampu memberi/menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan hingga ke tahap mental.

"Tubuh manusia yang memerangkap gelombang ‘tidak sehat’ memberikan kesan kpd seseorang yaitu kesan negatif terhadap jiwa seperti mengalami kelesuan kronik, gangguan mental, merasa sakit ini sakit itu ,dsb. Ketika si pesakit memeriksakan diri kedokter, dokter malah bilang gak ada penyakit apa2 koq, tetapi anehnya sipesakit merasa dia ada mengidap suatu penyakit. Hal ini adalah salah satu tanda dari gangguan jin." Katanya.

Beliau berkata, untuk merawat gangguan jin dan hantu, kaedah pemulihannya adalah dengan mengambil kembali ruang dan waktu pada tubuh atau organ manusia yang diresap jin atau hantu.

Suatu gelombang infrasonik berfrekuensi amat rendah namun lebih kuat direkam secara konstan dan kontinu, dipancarkan sehingga mengganggu gelombang hantu yang sudah meresap ke suatu bagian tubuh; apabila hantu itu merasa tidak nyaman, mereka akan keluar dengan sendirinya dan pesakit kembali pulih.

“Bagi saya gangguan hantu tidak berbahaya jika dapat dirawat pada tahap awal. Amalan bacaan surah Yasin bisa untuk mengaktifkan reaksi kimia didalam darah dan ini didapati bisa memberi tekanan kepada hantu yang tidak dapat bertahan apabila peningkatan oksigen didalam aliran darah sebagai tenaga murni.

“Walaupun pada tahap awal kerasukan, tubuh pesakit seperti menjadi medan pertempuran untuk mengusir hantu yang menyelinap ke dalam ruang tubuh tersembunyi, namun akhirnya keadaan akan kembali seperti asal.

“Sebaiknya untuk merawat dari kerasukan, sapukan air dingin atau es yang akan memberi keseimbangan melalui rakaman gelombang infrasonik yang bersamaan dengan frekuensi doa yang ikhlas. Itu sudah cukup untuk mengeluarkan gelombang hantu serta mengembalikan ruang dan waktu pada tubuh korban,” katanya.

Katanya lagi, seperti halnya kerasukan atau gangguan hantu, perkara yg lebih berbahaya adalah sihir yang mampu menyebabkan kematian dengan izin Allah, isteri membenci suami secara tiba-tiba, gangguan terhadap kesehatan fisik dan menyebabkan pasangan tidak mendapat anak.

Dalam kasus pasangan tidak mendapat anak akibat sihir, beliau berkata, ruang dan waktu pada rahim isteri sudah dikuasai jin yang akan memakan benih suami atau isteri. Pihaknya akan memasukkan gelombang berfrekuensi rendah yang sama dg frekuensi ovum dan sperma, secara berterusan untuk mengusir gelombang jin dari rahim isteri.

“Banyak kasus rawatan yang saya jalankan menemui pelbagai benda asing pelik seperti serbuk kayu, kalajengking dan permata keluar secara ghaib apabila gelombang dimasukkan ke dalam tubuh korban malah ketumbuhan yang terjadi pada organ juga ghaib apabila gelombang berfrekuensi rendah direkam ke dalam air mandiannya,” katanya.

Usaha memancarkan gelombang untuk merawat gangguan makhluk halus juga sebenarnya tidaklah sesukar seperti yg kita bayangkan, tidak perlu peralatan menyerupai senjata, mesin yang besar sebaliknya gelombang bisa ditangkap dalam medium seperti air dan unsur yg sesuai.

“Kami menciptakan alat radionik yaitu teknologi yg merekam 99 frekuensi gelombang berdasarkan 99 getaran tenaga atom di dalam sukros dan pesakit hanya perlu memakan pil itu secara berterusan untuk memancarkan gelombang ke dalam tubuh,” katanya.

Sesuatu yang menarik adalah teori drakula akan terbakar jika terkena cahaya matahari adalah benar. Hantu memiliki gelombang tidak seimbang, dan cahaya matahari berfungsi menyeimbangkan gelombang alam. Apabila gelombang tidak seimbang terkena cahaya matahari, ia akan musnah karena gelombangnya menjadi seimbang dan hantu itu akan terbakar.

“Besi mampu memerangkap gelombang buruk/negatif dan hantu tidak menyukai medan listrik, jadi konsep hantu ditembak dengan alat listrik untuk diciderakan dan disimpan dalam kotak besi seperti filem Ghostbuster adalah benar.

“Begitu juga dg amalan meletakkan gunting besi dekat mayat kerana besi mampu menangkap atau menarik muatan listrik positif pd seseorang apabila seseorang itu meninggal dunia.

“Cermin mampu menyerap cahaya termasuk gelombang elektromagnetik yang memiliki kesan radiasi yang bisa mengganggu gelombang hantu dan jin. Perkara2 seperti ini bukan kurafat tetapi kita perlu memahami konsepnya,” katanya.

Suatu fakta ironis adalah kebanyakan manusia takut hantu walaupun pd hakikatnya, hantu juga takut berhadapan dengan manusia karena penglihatan manusia memiliki foton cahaya yang cenderung mengeluarkan atau memancarkan elektron untuk membentuk ion positif.

“Hantu juga terbentuk dari ion positif dan apabila ion positif bertemu dengan ion positif dalam kesatuan tenaga elektrik, ia mampu menciderakan atau menghindarkan mereka,” katanya.

FAKTA: Hantu dan jin
# Dari sudut sains, secara umum hantu atau jin gak suka dg cairan gas nitrogen, es, garam, oksigen, cahaya, karbon dioksida, frekuensi kurang satu Hertz dan wewangian tertentu.

# Dari sudut sains juga, hantu gemar ngan cuka, cendawan, bahan yang cepat busuk, bahan yang tinggi kandungan serat, gas beracun, bahan yang cepat teroksida (yg bereaksi ngan oksigen), kandungan natrium yg tinggi, busuk dan kotor.

# Zikir memiliki gelombang tetap dan apabila diamalkan secara berterusan, gelombang zikir akan menguasai ruang kosong pada tubuh manusia dan menjadikannya ‘pejal’ menyebabkan tiada lagi ruang untuk dimasuki gelombang asing seperti hantu atau jin.

sumber : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=53205