Pages

Jumat, 02 November 2012

Masih adakah.....

Aku...atau mungkin hanya pemikiran sempitku...
merasa sepertinya lelaki baik yang menjaga diri dan hatinya
adalah sesuatu yang langka..

7 Bulan yang lalu
Sosok ini adalah seseorang yang sangat disegani.
Pembina lingkaran ini. tempat meminta nasihat perbaikan. Kata-katanya membuat semua orang yang berinteraksi dengannya akan menarik kesimpulan. Dia sosok yang bijaksana. Namun tanpa alih2 apapun, tiba2 ada foto pernikahannya dengan pose yang sangat mesra. Teman2 yang masih aktif mengatakan ada sesuatu dengannya. Maka saat itu juga, teman satu rumah yang sangat mengagumi sosoknya, mendelete semua harapan tentangnya.

5 Bulan yang lalu..
Sosok ini sangat luar biasa. Terkenal dengan izzah nya yang sangat ia jaga. Ia sudah menjadi pimpinan yang sangat diteladani bahkan skala nasional. Hari itu aku dan teman kantorku makan siang di luar, dan ternyata. Aku mendapatinya dengan mata dan kepalaku sendiri, ia bersama dengan seorang gadis. Aku berprasangka baik, namun itu semua sirna karena aku tau benar siapa gadis yang bersamanya. Bagaimana nasab mereka berdua...dan kali ini bagai sebuah ilusi, mereka benar ada di depanku. Teman sekantorku pun yang mengenal sosoknya mengatakan.."semua lelaki sama", mereka hanya munafik. Istighfar berkali2 ku mendengarnya.

3 Bulan yang lalu..
Kali ini terlebih dahulu aku bertemu sang wanitanya. Dengan bangga ia mengatakan akan segera menikah.. namun, mereka belum menikah dan sang kakak sudah menunggu untuk menjemputnya. Aku hanya tertegun, sang kakak adalah sosok berwibawa yang banyak dikagumi di kampus. Bahkan profilnya sering ada di buletin kampus, dan dikenal sebagai seorang pimpinan yang menjaga izzahnya. Tenyata kata teman2 yang dekat dengan mereka, mereka memang sudah ada affair sebelumnya.

2 hari yang lalu
Aku sangat kagum dengan sosoknya,
Soleh, bertanggung jawab, pekerja keras, akademisi dan pembelajar, santun, lembut daam bertutur kata, berwibawa dan bijaksana, kehidupan mapan, namun tetap rendah hati. Dahulu ia sangat terkenal menjaga diri dan hatinya dari ikatan yang belum halal. Beliau adalah sosok ikhwan perfect yang ku kagumi.
Namun malam itu, aku mendengar dari seseorang yang kupercaya bahwa ternyata kini berubah, ia tidak ada lagi lingkaran dakwah ini, menjalin hubungan dengan seorang wanita yang sudah jelas bukan mahramnya.


Semua kisah ini bukan untuk pergunjingan kawan, namun bahan instropeksi, terutama untuk diriku sendiri...
Mereka semua sang ikhwan perfect itu..
juga manusia biasa yang sangat mungkin berbuat khilaf. Aku pun pernah berbuat kesalahan yang sama. Namun lagi-lagi, karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena kesalahan ini, orang2 awam yang sedang belajar mengenal keindahan Islam mengidentikannya sebagai sebuah kesalahan jamaah, padahal ini semua merupakan kesalahan individu. Lalu bagaimana cara orang2 yang lain, yang bekerja keras agar dakwah ini tersampaikan kembali meyakinkan mereka yang sudah terlanjur kecewa, agar tetap mau mempelajari ajaran yang haq ini?
Bukankah jalan ini sungguh penuh rintangan?

Maka mulai saat ini, aku tidak ingin menambah beban lingkaran ini. Jalan ini tidak membutuhkan aku. Aku lah yang membutuhkannya untuk tetap di sini.

Lalu, kalau sosok2 yang ku kagumi itu pun berlaku seperti itu, maka yang ingin ku tanyakan adalah...
Masih adakah sosok lelaki yang baik, yang menjaga diri dan hatinya sebelum ada seseorang yang halal baginya?
Aku takut nantinya, sosok lelaki yang baik, Soleh, bertanggung jawab, mengamalkan Islam dengan sebenar-benarnya, menjaga diri dan hatinya..hanya akan ada di dunia khayalku..

Meskipun begitu aku yakin janji Allah itu benar adanya.
Semoga engkau menjadi orang yang baik dan mendapatkan pasangan yang baik pula..

^_^

0 komentar:

Posting Komentar